Pedoman Prasiaga Pendidikan Anak Usia Dini

, , , ,

Berdasarkan Undang-undang No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pada
pasal 3, menyebutkan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan
dan membentuk karakter serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka
mencerdaskan kehidupan bangsa.

Sehat Itu Penting

, ,

Buku ini merupakan buku siswa yang dipersiapkan Pemerintah dalam rangka implementasi
Kurikulum 2013. Buku siswa ini disusun dan ditelaah oleh berbagai pihak di bawah koordinasi Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan, dan dipergunakan dalam tahap awal penerapan Kurikulum 2013. Buku ini
merupakan dokumen hidup” yang senantiasa diperbaiki, diperbarui, dan dimutakhirkan sesuai dengan
dinamika kebutuhan dan perubahan zaman. Masukan dari berbagai kalangan yang dialamatkan kepada
penulis dan laman http://buku.kemdikbud.go.id atau melalui email buku@kemdikbud.go.id diharapkan dapat
meningkatkan kualitas buku ini.

Makanan Sehat

, ,

Buku ini merupakan buku siswa yang dipersiapkan Pemerintah dalam rangka implementasi
Kurikulum 2013. Buku siswa ini disusun dan ditelaah oleh berbagai pihak di bawah koordinasi Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan, dan dipergunakan dalam tahap awal penerapan Kurikulum 2013. Buku ini
merupakan “dokumen hidup” yang senantiasa diperbaiki, diperbarui, dan dimutakhirkan sesuai dengan
dinamika kebutuhan dan perubahan zaman. Masukan dari berbagai kalangan yang dialamatkan kepada
penulis dan laman http://buku.kemdikbud.go.id atau melalui email buku@kemdikbud.go.id diharapkan dapat
meningkatkan kualitas buku ini.

UDARA BERSIH BAGI KESEHATAN

, , ,

Buku ini merupakan buku siswa yang dipersiapkan Pemerintah dalam rangka implementasi
Kurikulum 2013. Buku siswa ini disusun dan ditelaah oleh berbagai pihak di bawah koordinasi Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan, dan dipergunakan dalam tahap awal penerapan Kurikulum 2013. Buku ini
merupakan “Dokumen hidup” yang senantiasa diperbaiki, diperbarui, dan dimutakhirkan sesuai dengan
dinamika kebutuhan dan perubahan zaman. Masukan dari berbagai kalangan yang dialamatkan kepada
penulis dan laman http://buku.kemdikbud.go.id atau melalui email buku@kemdikbud.go.id diharapkan dapat
meningkatkan kualitas buku ini.

Peristiwa dalam Kehidupan

, ,

Buku ini merupakan buku siswa yang dipersiapkan Pemerintah dalam rangka implementasi
Kurikulum 2013. Buku siswa ini disusun dan ditelaah oleh berbagai pihak di bawah koordinasi Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan, dan dipergunakan dalam tahap awal penerapan Kurikulum 2013. Buku ini
merupakan “dokumen hidup” yang senantiasa diperbaiki, diperbarui, dan dimutakhirkan sesuai dengan
dinamika kebutuhan dan perubahan zaman. Masukan dari berbagai kalangan yang dialamatkan kepada
penulis dan laman http://buku.kemdikbud.go.id atau melalui email buku@kemdikbud.go.id diharapkan dapat
meningkatkan kualitas buku ini.

Wajah Indonesiaku

, ,

Pendidikan kesetaraan sebagai pendidikan alternatif memberikan layanan kepada mayarakat yang
karena kondisi geografi s, sosial budaya, ekonomi dan psikologis tidak berkesempatan mengikuti
pendidikan dasar dan menengah di jalur pendidikan formal. Kurikulum pendidikan kesetaraan
dikembangkan mengacu pada kurikulum 2013 pendidikan dasar dan menengah hasil revisi berdasarkan
peraturan Mendikbud No.24 tahun 2016. Proses adaptasi kurikulum 2013 ke dalam kurikulum pendidikan
kesetaraan adalah melalui proses kontekstualisasi dan fungsionalisasi dari masing-masing kompetensi
dasar, sehingga peserta didik memahami makna dari setiap kompetensi yang dipelajari.\

Please wait while flipbook is loading. For more related info, FAQs and issues please refer to DearFlip WordPress Flipbook Plugin Help documentation.

Baca Disini

Memaknai Hijrah di Tengah Pandemi: Momentum Muhasabah dan Perbaikan Diri

,

Peristiwa tahun baru Hijriah seyogyanya bukanlah sekedar peristiwa biasa bagi umat muslim manapun di dunia. Peringatannya di setiap tahun demi tahun pun seharusnya lebih dari sekedar peringatan tahun baru pada umumnya. Tahun baru hijriah lebih dari sekedar ritual seremonial, ia memiliki makna agung di baliknya. Bukan hanya karena peringatannya yang bermula dari peristiwa monumental bernama hijrah, namun semangat dan spirit perubahan di baliknya lah yang patut diaktualisasikan oleh masing-masing pribadi seorang muslim.

Hijrah yang maknanya adalah berpindah, memang menuntut kita tuk senantiasa berpindah dari suatu kondisi ke kondisi yang lebih baik lagi. Maka di setiap peringatan pergantian tahun baru, utamanya tahun baru hijriah, kita senantiasa tertuntut menjadikan peringatan tersebut sebagai momentum tuk mengoreksi, mengevaluasi dan memperbaiki diri; keburukan apa yang kiranya harus ditinggalkan, dan kebaikan apa yang kiranya harus dikerjakan. Sungguh, jika kita dapat menjadi pribadi yang senantiasa menginterospeksi atau bermuhasabah diri, maka kita akan masuk dalam kategori manusia cerdas sebagaimana yang disabdakan nabi SAW:

الْكَيِّسُ ‌مَنْ ‌دَانَ ‌نَفْسَهُ، وَعَمِلَ لِمَا بَعْدَ الْمَوْتِ، وَالْعَاجِزُ، مَنْ أَتْبَعَ نَفْسَهُ هَوَاهَا، ثُمَّ تَمَنَّى عَلَى اللَّهِ

“Orang yang cerdas adalah yang mengevaluasi dirinya dan mempersiapkan bekal kematian, sedangkan orang bodoh yaitu yang menuruti hawa nafsu dan berangan-angan kepada Allah (ia akan diberi kebahagian di akhirat).” (HR. Ibnu Majah dari Syadad bin Auf r.a) [1]

Umar bin Khattab juga menyatakan sebait kalimat yang mendukung hadis tersebut dengan ucapannya yang sangat fenomenal;

‌حَاسِبُوا أَنْفُسَكُمْ قَبْلَ أَنْ تُحَاسَبُوا

“Koreksilah diri kalian sebelum (kebaikan dan keburukan) kalian diperhitungkan (di hadapan Allah).” [2]

Dalam konteks pandemi, memahami dan memaknai hijrah harus dari perspektif yang lebih luas lagi, bahwa di tengah situasi serba keterbatasan seperti ini, kita dipaksa oleh keadaan untuk senantiasa dapat beradaptasi dari kebiasaan lama menuju kebiasaan baru. Kita dipaksa untuk beradaptasi dengan kebiasaan baru dalam berbagai lini kehidupan, baik ekonomi, sosial, budaya, pendidikan, bahkan dalam kehidupan beragama. Maka spirit perubahan dalam konteks pandemi juga dapat dimaknai sebagai semangat berevolusi,  berinovasi, dan berkreasi.

Hijrah di tengah pandemi ini bukan berarti lari dari daerah atau negara kita, akan tetapi ikhtiar untuk mewujudkan kondisi lebih baik, menjalani anjuran medis dan kebijakan pemerintah dalam melawan COVID-19, terus bergerak ke arah lebih baik dengan komitmen dan konsekuensi yang harus dilakukan karena berpindah dari keadaan yang buruk menjadi keadaan yang baik, dari kondisi yang sudah baik menjadi kondisi yang lebih baik, itulah hijrah di tengah pandemi.

Selamat tahun baru 1 Muharram 1443 H, semoga kita bisa menyelami makna hijrah dengan sebaik-baiknya, semoga setiap Muharram-Muharram yang akan datang ke depannya, dapat memberikan energi baru untuk menggantikan berbagai macam keburukan di tahun-tahun sebelumnya.

Mari kita jadikan tahun baru hijriyah sebagai tahun optimisme untuk bisa melalui segala ujian, di momentum Muharram 1443 hijriyah kita mengetuk pintu langit, menengadahkan tangan dan menundukkan hati kita, berdoa memohon kepada Allah SWT, Dzat yang maha kuasa atas segala sesuatu agar mempermudah segala urusan kita dalam menghadapi situasi yang serba sulit ini, dan semoga Allah selalu memantapkan hati kita dalam berdakwah di jalanNya, aamiin.

[1] Ibnu Majah, Sunan Ibn Majah (Kairo: Dar Ihya al-Kutub al-Arabiyah, t.th), vol. 2, hlm. 1423
[2] Al-Harist bin Asad al-Muhasiby, Riasalatul Mustarsyidin (Halb: Maktabah Mathbuat Islamiyah, 1971), hlm. 48.

Menakar Liburan Sehat di Tengah Pandemi Covid-19

,

Menakar Liburan Sehat di Tengah Pandemi Covid-19

Oleh : Rince Wiki Utami, S.Th.I, MPd

Rince Wiki Utami
Rince Wiki Utami

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Terhitung sejak Maret 2020 lalu, pandemi Covid-19 telah menyerang Nusantara. Covid-19 tiba-tiba muncul sehingga banyak korban jiwa, baik yang meninggal maupun dalam perawatan. Berbagai sektor terkena imbas pandemi Covid-19, mulai perkantoran, pusat pemerintahan, pasar, juga dunia Pendidikan. Pandemi Covid-19 mampu meluluhlantakan dimensi sosial maupun moril masyarakat secara menyeluruh.

Sejak diberlakukan-nya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) oleh pemerintah diberbagai daerah, kita mengenal istilah Work From Home (WFH), Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dan Belajar Dari Rumah (BDR). Guru sebagai leading sektor dunia pendidikan harus segera beradaptasi terhadap teknologi untuk mengatasi masalah pembelajaran di tengah pandemi agar tetap berjalan meskipun dengan berbagai kendala.

Pilihan Liburan
Sebagaimana dikutif pada laman FB Anis Baswedan (7/12/2020), penularan kasus di Jakarta menunjukkan tren kenaikan selama empat pekan terakhir. Pada 5 Desember 2020, total kasus konfirmasi positif di Jakarta mencapai 142.630 atau meningkat 13,4% dibandingkan dua pekan sebelumnya dari 125.822 kasus pada 21 November.

Terkonfirmasi positif di Jakarta mulai meningkat setelah cuti bersama dan libur panjang akhir pekan pada akhir Oktober lalu. Selama 23 s.d. 29 November 2020, terdapat 410 klaster keluarga dengan total 4.052 kasus positif.

Dengan membaca kondisi yang terjadi di Jakarta, maka memilih liburan dengan mengunjungi area kerumunan di tengah pandemi sepertinya bukanlah pilihan bijak. Paling tidak, pilihan liburan kali ini ada dua yakni tetap di rumah atau keluar rumah dengan beresiko.

Dengan ungkapan lain, pilihan liburan kali ini memiliki dua opsi blanded. Saat kita memilih liburan tetap di rumah, maka yang kita lakukan pertama, membuat komitmen dan perencanaan bersama anggota keluarga bahwa selama dua pekan kita akan berada di rumah.

Seluruh anggota keluarga menyadari, liburan kali ini tidak keluar rumah sehingga dari awal keputusan tidak ada yang mengeluh atau merengek minta keluar rumah.

Kedua, tetap menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan selama liburan. Keluarga menentukan penyelesaian tugas bersama, misalnya pada pagi hari kegiatan pembiasaan solat dhuha, membaca alquan, membaca buku, beres-beres rumah dan bila tidak ada tugas sekolah upayakan kegiatan pagi hari adalah kegiatan pembiasaan membantu orang tua seperti menyiangi sayuran yang akan dimasak, merapihkan mainan, tempat tidur, buku-buku, mencuci sepatu, tas sekolah dan praktik baik lainnya.

Ketiga, mencari ragam menu baru di google. Terutama menu jajanan yang dapat dibuat sendiri di rumah seperti membuat dimsum, siomay, cireng, biscuit, aneka minuman, dll Nah, selanjutnya anggota keluarga melakukan eksplorasi dengan menu baru tersebut.

Keempat, berbagi peran dan berganti peran. Sesekali lakukan permainan chef master dengan berganti pasangan misalnya ayah dan adik, kakak dan adik bagaimanapun hasil dari masakan yang dibuat tetap harus dinikmati bersama, disinilah keseruannya.

Kelima, menonton dan membaca buku bersama serta mendiskusikannya. Selanjutnya orang tua memberikan apresiasi kepada anak-anak yang berhasil menceritakan kembali ataupun membuat resume dalam bentuk hasil karya berupa Y cart, fishbone ishikawa atau pohon literasi di rumah.

Selanjutnya, opsi kedua merencanakan berlibur keluar rumah dengan beresiko. Maka yang bisa dilakukan adalah dengan mengupayakan menutup atau memperkecil resiko tersebut.

Pertama, pastikan imunitas seluruh anggota keluarga dalam kondisi terbaik. Kedua, pilih destinasi berada dalam zona aman dan menentukan keberangkatan pada hari biasa bukan pada akhir pekan serta tidak berlama-lama ditempat keramaian, kecuali berencana menginap. Ketiga, membawa bekal makanan sendiri atau memilih tempat makan yang menerapkan protokol kesehatan.

Keempat, menghindari kerumunan, kelima, menerapkan protokol kesehatan pribadi dan keluarga dengan selalu memakai masker, menjaga jarak, serta mencuci tangan.

Tentu dengan berbagai disiplin terhadap protokol kesehatan yang diterapkan akan membuat liburan kali ini sangat berbeda dengan biasanya. Namun, inilah pilihan dengan meminimalisir resiko tertular virus Covid-19 untuk diri serta keluarga yang kita cintai.

Semoga kita semua tetap bisa menikmati liburan. Apapun yang menjadi pilihan terbaik pada liburan kali ini adalah tetap bersyukur. (*)

Kepala Sekolah SDIT Darul Maza Jatisari, Jatiasih, Kota Bekasi.

Program UKS SDIT Darul Maza

,